Posted by: Embun Media Group | 31 October, 2011

Manfaat Buah Tin / Buah Ara

Artikel ini disusun dan ditulis oleh tim “Indonesia Figs Garden”.
Penggunaan ulang, tanpa izin, tanpa menyertakan sumber, &

terlebih mengubah isi, adalah tindakan yang tidak dibenarkan.

Berikut berbagai manfaat kesehatan buah tin/ara yang kami kompilasi secara ringkas dari berbagai penelitian panjang, tentunya penelitian yang dilakukan oleh para ahli kesehatan di berbagai benua. Selamat membaca khasiat dahsyatnya!

  1. Kandungan kalium, omega 3 dan omega 6 bersama fenol dan magnesium pada buah tin / ara membantu untuk menurunkan tekanan darah tinggi dan menjaga seseorang dari serangan jantung koroner.
  2. Buah tin / ara mengandung serat makanan (dietary fiber) yang tergolong tinggi, menjadikan buah ini sangat efektif untuk program penurunan berat badan. Buah tin merupakan salah satu buah yang sering dijadikan buah rekomendasi para ahli diet dan ahli gizi di Amerika dan Eropa.
  3. Serat larut pada buah tin disebut yang disebut pektin membantu dalam mengurangi kolesterol darah. Ketika serat ini melewati sistem pencernaan, serat pektin ini menyapu bola-bola kolesterol dalam usus dan membawanya keluar dari tubuh.
  4. Buah tin/ara dapat menurunkan dan mengontrol tekanan darah tinggi karena buah tin tinggi akan kalium (potassium), mineral yang berperan mengontrol hipertensi (tekanan darah tinggi). Beberapa orang kekurangan kalium karena mereka menghindari makan buah-buahan dan sayur-sayuran dan mengkonsumsi lebih banyak natrium, bahan yang terutama digunakan pada makanan kemasan. Baca juga link 1 dan link 2.
  5. Bagi penderita kencing manis (diabetes), serat yang terdapat di dalam buah tin dapat memperlambat proses penyerapan glukosa di usus kecil. Gabungan zat yang terkandung dalam buah tin yaitu serat yang tinggi dan karbohidrat dalam bentuk yang ringkas, yaitu glukosa dan fruktosa mampu mengontrol kadar gula darah seseorang. Jadi walaupun rasa buah tin termasuk manis, namun aman dikonsumsi oleh mereka yang menderita diabetes. Hal ini sesuai dengan anjuran yang dikeluarkan oleh The American Diabetes Association.
  6. Mengkonsumsi buah tin / ara secara rutin dapat membantu mengurangi risiko kanker payudara dan kanker kolon (usus besar). Di dalam buah tin / ara mengandung “polyphenols” yang tinggi; dimana zat ini berfungsi sebagai antioksidan yang amat penting bagi tubuh kita, dimana antioksidan dapat mengurangi efek radikal bebas penyebab kanker dalam tubuh kita. Selain itu, serat yang tinggi pada buah tin juga dapat mengikat zat karsinogen pemicu timbulnya kanker di saluran cerna.
  7. Buah tin / ara baik untuk wanita pasca-menopause dan perlindungan dari kanker payudara. Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi buah kaya serat secara teratur akan mengurangi kemungkinan terkena kanker dan penyakit degeneratif lainnya.
  8. Kandungan “coumarins” pada buah tin / ara, juga dapat mengurangi resiko kanker prostat dan juga berfungsi merawat kulit.
  9. Kandungan kalsium dan kalium dalam buah tin/ara mencegah penipisan/pengeroposan tulang (osteoporosis), sekaligus membantu untuk meningkatkan kepadatan tulang. Dalam 100 gram buah tin/ara mengandung 241mg kalsium, jumlah ini 2 kali lipat lebih tinggi dari kandungan kalsium pada susu (118mg per 100gram). Kalium dalam buah ara juga melawan hilangnya kalsium melalui urin sehingga mencegah kandungan tulang untuk menipis.
  10. Tingginya kalsium pada buah tin/ara menjadikannya sebagai sumber kalsium alternatif yang amat baik, utamanya diterapkan pada terapi pengobatan bagi orang-orang yang alergi terhadap produk susu.
  11. Bagi orang kurus, perpaduan buah tin dan susu dapat membantu meningkatkan berat badan dengan baik dan seimbang.
  12. Tryptophan dalam buah tin/ara, menginduksi tidur agar lebih baik dan membantu menyingkirkan gangguan tidur seperti insomnia.
  13. Memakan buah tin dapat memulihkan kondisi badan dari kelelahan, meningkatkan daya memori otak dan mencegah anemia. Hasil penelitian lebih lanjut menemukan bahwa buah tin termasuk buah yang dapat merangsang pembentukan hemoglobin darah.
  14. Buah tin TIDAK mengandung garam, lemak, dan kolesterol, tetapi mengandung lebih tinggi kalium, kalsium, serat dan zat besi. Buah ini mengandung sangat rendah sodium. Buah tin juga kaya akan benzaldehida yaitu senyawa anti-kanker, dan beta-karoten. Selain itu, buah tin / ara juga mengandung beberapa vitamin penting seperti vitamin A, B, dan C.
  15. Buah tin (baik yang basah maupun yang kering) juga baik sekali dikonsumsi oleh para ibu pasca melahirkan, sebagai suplai zat besi alami (fer) yang banyak hilang saat melahirkan. Hal ini berbeda sekali dengan suplemen zat besi yang banyak dijual di pasaran yang biasanya malah menyebabkan konstipasi (sembelit / sulit BAB)
  16. Karena manfaat laksatif (memeperlancar BAB), mengkonsumsi buah tin sangat membantu untuk mengobati sembelit kronis. Buah ara/tin sejak dahulu terkenal sebagai obat pencahar alami.
  17. Konsumsi harian buah tin / ara merupakan obat yang sangat efektif untuk terapi penyembuhan wasir atau sering disebut ambeien (dalam bahasa Inggris atau Latin disebut Hemorrhoid dan dalam bahasa kedokteran disebut Piles). Buah ara yang mengandung enzim seperti flavonoid dan ficin sangat baik untuk pencernaan.
  18. Buah tin kaya akan phenol dan benzaldehid alami sebagai zat anti tumor serta dapat membunuh mikro-organisme patogen, jamur dan virus dalam tubuh manusia.
  19. Buah tin/ara sangat berguna dalam mengatasi berbagai gangguan pernafasan termasuk batuk rejan dan asma. Buah tin bekerja dengan menormalkan pernapasan.
  20. Bila diterapkan pada kulit, buah tin/ara yang dipanggang bisa menyembuhkan radang seperti abses (bisul bernanah) dan bisul-bisul.
  21. Buah tin/ara juga dapat bertindak sebagai pembersih kulit yang sangat baik; juga membantu dalam mencegah dan menyembuhkan jerawat. Caranya, makan secara rutin buah ini, atau lumat buah tin segar dan oleskan ke wajah, biarkan selama 10-15 menit. Alasan dibalik terapi ini adalah, buah tin mengandung beberapa mineral alkali yang bermanfaat untuk membantu mengatur keseimbangan pH tubuh; dan ini berguna untuk kesehatan kulit.
  22. Zat-zat aktif yang terdapat dalam buah tin adalah sejenis zat-zat pembersih yang bisa dipakai untuk mengobati luka luar dengan cara melumurinya.
  23. Makan buah ara efektif mengobati sakit tenggorokan (sore throat) karena kandungan lendirnya yang tinggi.
  24. Buah ara yang manis dan berasa lembut sering digunakan sebagai pengganti gula. Olahan buah ara di negara barat juga seringkali digunakan untuk membuat olahan kue, puding, berbagai produk roti dan taart, selai, jeli, campuran sereal untuk sarapan dan masih banyak lagi.
  25. Buah tin/ara dapat dikonsumsi setiap orang, termasuk anak-anak dan merupakan makanan yang baik untuk semua umur, karena buah tin mengandung serat yang tinggi dan berasa manis dan juga lezat. Jadi sangat tepat jika kita mengkonsumsi buah ini, sebagai makanan alternatif kita untuk meningkatkan kesehatan kita sehari-hari di dalam dunia modern ini.
  26. Satu lagi, buah ara/tin juga telah digunakan untuk mengobati kelemahan seksual. Caranya, rendam sekitar 2-3 buah ara dalam susu selama semalam dan makanlah di pagi harinya.
  27. Trubus Edisi “Daun Tin Gempur Batu Ginjal”

    DAUN pohon tin / ara dapat menurunkan tingkat trigliserida, yang merupakan satu bentuk lemak yang ditemukan dalam aliran darah. Oleh karena itu, setelah meminum teh daun tin badan akan mendapat efek lebih segar.

  28. Selain itu, rebusan DAUN pohon tin / ara bermanfaat sebagai peluruh batu ginjal. Hal ini dikarenakan daun tin mengandung alkaloid dan saponin, yang bermanfaat sebagai diuretik (peluruh urine).
  29. Rebusan daun pohon tin / ara dapat membantu penderita diabetes mengurangi jumlah asupan insulin sehingga sedikit demi sedikit dapat mengurangi tingginya kandungan  gula dalam darah. Hal ini sesuai dengan anjuran yang dikeluarkan oleh The American Diabetes Association.

Sehubungan dengan berbagai khasiat buah tin/ara ini, Dr. Oliver Alabaster, Pengarah Institut Pencegahan Penyakit di George Washington University Medical Centre menyatakan bahwa jika seseorang mengambil buah ara/tin, sebenarnya telah mengambil makanan yang menjamin kesehatan dirinya dalam jangka panjang. Maka tidak heranlah jika buah ara/tin disebut oleh pakar-pakar makanan pada saat ini sebagai makanan Nutraseutikal (functional food), karena buah tin/ara bukan sekedar mengandung zat-zat yang berkhasiat, bahkan lebih dari itu; bermanfaat sebagai penjaga tubuh dan mampu mencegah serangan penyakit-penyakit tertentu.

Disamping itu, Lembaga Penasehat Buah Tin di California (California Fig Advisory Board) telah mengatakan buah tin/ara sebagai “Nature’s most nearly perfect fruit”, yaitu Buah yang hampir mencapai tahap kesempurnaan secara keseluruhan.

Maha Suci Allah yang telah menciptakan buah Tin yang terbukti secara ilmiah mengandung manfaat yang sangat luar biasa. Akhirulkalam kami cuplikkan Qur’an surat 3:191 sebagai bahan renungan bahwa Allah tidak akan menciptakan sesuatu di alam semesta ini dengan sia-sia. “Orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi ( seraya berkata ) : “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, maha suci engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka .”

Nutrisi pada Buah Tin Segar
(100 grams)
Nutrisi pada Buah Tin Kering
(100 grams)
Calories (kcal) 74 Calories (kcal) 249
Fibre (g) 3 Fibre (g) 10
Fat (g) 0 Fat (g) 1
Protein (g) 1 Protein (g) 3
Sugar (g) 16 Sugar (g) 48
Vitamin A (IU) 142 Vitamin A (IU) 10
Vitamin C (mg) 2 Vitamin C (mg) 1.2
Vitamin B1 0.1 Vitamin B1 0.1
Vitamin B2 0.1 Vitamin B2 0.1
Vitamin B6 0.1 Vitamin B6 0.1
Sodium 1 Sodium 10
Potassium 232 Potassium 680
Calcium 35 Calcium 162
Phosphorus 232 Phosphorus 67
Magnesium 17 Magnesium 68
Iron 0.4 Iron 3.07
Manganese 0.1 Manganese 0.8
Copper 0.1 Copper 0.3
Selenium 0.2 Selenium 0.6
Zinc 0.2 Zinc 0.5

Kandungan Nutrisi Buah Ara/Tin tiap 100 gram
Sumber: California Figs Advisory Boards

Disusun dari berbagai sumber, oleh tim redaksi Indonesia Figs Garden.

Kami menyediakan BIBIT POHON BUAH TIN.
Bibit siap tanam dan siap berbuah.

Buah syurga yang disunnahkan Rasulullah SAW untuk dimakan oleh ummatnya. Juga tercantum dalam kitab suci berbagai agama seperti Qur’an, Injil, dan Taurat. Buah dan daun terbukti kaya berbagai khasiat & digunakan sebagai obat penyembuhan berbagai penyakit.

Stok bibit banyak (ada yang sudah berbuah & ada yang siap berbuah). Kemasan polybag. Lokasi di Jakarta Selatan. Kami juga siap mengantar ke tempat anda.

Hubungi kami di:
0812-131-98491
(Telp / SMS)


Salam Sehat & Berkah!

Hartono A. Halim
www.pohontin.com
www.buahtin.com

———————————————————————————————-

 

Note:

Bagi yang berminat dikirimi daftar varietas pohon tin beserta harga dan gambar2nya, silakan kirim PM lewat email kami di pohontin@gmail.com

—terima kasih.

Nomor telp:
Posted by: Embun Media Group | 1 June, 2011

Inilah Rahasia Rasulullah SAW Sehat Selama Hidupnya

Sebagai manusia biasa, kita pasti berat mengikuti sunnah atau kebiasaan Nabi SAW. Nabi Muhammad adalah kesempurnaan dan contoh sempurna untuk manusia dari kebiasaan kecilnya sehari-hari, ibadahnya hingga pola hidup dan makannya. Tapi, mudah-mudahan tulisan ini menjadi inspirasi yang menggugah. Syukur bisa mengikutinya sejauh kesanggupan kita sebagai umatnya. (Moef)

_________________________________________________________

Selama ini kita mengenal dua bentuk pengobatan. Pengobatan sebelum terjangkit penyakit / pencegahan (At-thib al-wiqa`i), dan pengobatan setelah terjangkit penyakit (at-thib al`ilaji). Nah, dengan mencontoh pola makan Rasulullah, kita sebenarnya sedang menjalani terapi pencegahan penyakit dengan makanan (attadawi bil ghidza). Ini tentu jauh lebih baik daripada kita harus “berhubungan” dengan obat-obat kimia.

Dalam setiap aktivitas dan pola hidupnya, Rasulullah memang sudah disiapkan untuk menjadi contoh teladan bagi semua manusia., termasuk dalam hal pola makan. Ini bukan perkara remeh. Sebab salah satu faktor penting penunjang fisik prima Rasulullah adalah kecerdasan beliau dalam memilih menu makanan dan mengatur pola konsumsinya.


1. Hal pertama yang menjadi menu keseharian Rasulullah adalah udara segar di subuh hari.

Sudah umum di ketahui bahwa udara pagi kaya dengan oksigen dan belum terkotori oleh zat-zat lain. Ini ternyata sangat besar pengaruhnya terhadap vitalitas seseorang dalam aktifitasnya selama sehari penuh. Maka tidak usah heran ketika kita tidak bangun di subuh hari, kita menjadi terasa begitu malas untuk beraktifitas (baca juga: “Manfaat Embun Pagi yang Tersembunyi”).

2. Selanjutnya Rasulullah menggunakan siwak untuk menjaga kesehatan mulut dan giginya.

.

3. Lepas Subuh, Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air yang dicampur dengan sesendok madu asli.

Khasiatnya luar biasa. Dalam Al qur`an, kata “syifa” / kesembuhan, yang dihasilkan oleh madu, diungkapkan dengan isim nakiroh, yang berarti umum, menyeluruh. Di tinjau dari ilmu kesehatan, madu befungsi membersihkan lambung, mengaktifkan usus-usus, menyembuhkan sembelit, wasir dan peradangan. Dalam istilah orang arab, madu dikenal dengan “al hafidz al amin”, karena bisa menyembuhkan luka bakar (baca: Tak Satupun Zat Di Dunia Yang Sebanding Dengan Madu).

.

.

4. Masuk waktu dluha, Rasulullah selalu makan tujuh butir kurma ajwa`/matang.

Sabda beliau, barang siapa yang makan tujuh butir korma, maka akan terlindungi dari racun. Dan ini terbukti ketika seorang wanita yahudi menaruh racun dalam makanan Rasulullah dalam sebuah percobaan pembunuhan di perang khaibar, racun yang tertelan oleh beliau kemudian bisa dinetralisir oleh zat-zat yang terkandung dalam kurma. Bisyir ibnu al Barra’, salah seorang sahabat yang ikut makan racun tersebut, akhirnya meninggal. Tetapi Rasulullah selamat. Apa rahasianya? Tujuh butir kurma! Mengapa Tujuh? (Baca: “Misteri Di Balik Keistimewaan Angka 7”).

Dalam sebuah penelitian di Mesir, penyakit kanker ternyata tidak menyebar ke daerah-daerah yang penduduknya banyak mengkonsumsi kurma. Belakangan terbukti bahwa kurma memiliki zat-zat yang bisa mematikan sel-sel kanker. Maka tidak perlu heran kalau Allah menyuruh Maryam ra, untuk makan kurma disaat kehamilannya. Sebab memang itu bagus untuk kesehatan janin.

Dahulu, Rasulullah selalu berbuka puasa dengan segelas susu dan korma, kemudian sholat maghrib. Kedua jenis makanan itu kaya dengan glukosa, sehingga langsung menggantikan zat-zat gula yang kering setelah seharian berpuasa. Glukosa itu suadah cukup mengenyangkan, sehingga setelah sholat maghrib, tidak akan berlebihan apabila bermaksud untuk makan lagi.

5. Menjelang sore hari, menu Rasulullah selanjutnya adalah cuka dan minyak zaitun.

Tentu saja bukan cuma cuka dan minyak zaitunnya saja, tetapi di konsumsi dengan makanan pokok, seperti roti misalnya. Manfaatnya banyak sekali, diantaranya mencegah lemah tulang dan kepikunan di hari tua, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol dan memperlancar pencernaan. Ia juga berfungsi untuk menncegah kanker dan menjaga suhu tubuh di musim dingin.

Foto Buah Tin milik bu
FITRI Nurhayati di
Pandaan, Jawa Timur

Ada kisah menarik sehubungan dengan buah tin dan zaitun, yang Allah bersumpah dengan keduanya. Dalam alquran, kata “at tin” hanya ada satu kali, sedangkan kata “az zaytun” di ulang sampai tujuh kali. Seorang ahli kemudian melakukan penelitian, yang kesimpulannya, jika zat-zat yang terkandung dalam tin dan zaitun berkumpul dalam tubuh manusia dengan perbandingan 1:7, maka akan menghasilkan ”ahsani taqwim”, atau tubuh yang sempurna, sebagaimana tercantum dalam surat at tin. Subhanallah!

6. Di malam hari, menu utama Rasulullah adalah sayur-sayuran.

Beberapa riwayat mengatakan, belaiau selalu mengkonsumsi sana al makki dan sanut. Anda kenal nama tersebut? Di mesir, kata Dr. Musthofa, keduanya mirip dengan sabbath dan ba`dunis. Masih tidak kenal juga? Dr. Musthofa kemudian menjelaskan, secara umum sayur-sayuran memiliki kandungan zat dan fungsi yang sama, yaitu memperkuat daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit. Jadi, asalkan namanya sayuran, sepanjang itu halal, Insya Allah bergizi tinggi. Maka, para penggemar kangkung dan bayam tidak usah panik. Para pedagang tauge juga tidak perlu pindah haluan. OK?

Disamping menu wajib di atas, ada beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi beliau tidak rutin mengkonsumsinya. Diantaranya tsarid, yaitu campuran antara roti dan daging dengan kuah air masak. Jadi ya kira-kira seperti bubur ayam begitulah. Kemudian beliau juga senang makan buah yaqthin atau labu manis, yang terbukti bisa mencegah penyakit gula. Kemudian beliau juga senang makan anggur dan hilbah.

Pola Konsumsi yang Sehat

Sekarang masuk pada tata cara mengkonsumsinya. Ini tidak kalah pentingnya dengan pemilihan menu. Sebab setinggi apapun gizinya, kalau pola konsumsinya tidak teratur, akan buruk juga akibatnya. Yang paling penting adalah menghindari isrof, atau berlebihan. Kata Rasulullah, “cukuplah bagi manusia itu beberapa suap makanan, kalaupun harus makan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk air minumnya dan sepertiga lagi untuk nafasnya” (al hadits).

Ketika seseorang terlalu banyak makanannya, maka lambungnya akan penuh dan pernafasannya tidak bagus, sehingga zat-zat yang terkandung dalam makanan tersebut menjadi tidak berfungsi dengan baik. Imbasnya, kondisi fisik menjadi tidak prima, dan aktifitaspun tidak akan maksimal. Dr. Musthofa menekankan bahwa assyab`u, yang berarti kenyang itu bukan al imtila`, atau memenuhi. Tetapi kenyang adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya, sesuai dengan proporsi dan ukurannya. Jadi ini penting; jangan kekenyangan!

Kemudian Rasulullah juga melarang untuk idkhol at thoam alatthoam, alias makan lagi sesudah kenyang. Suatu hari, di masa setelah wafatnya rasulullah, para sahabat mengunjungi Aisyah ra. Waktu itu daulah islamiyah sudah sedemikian luas dan makmur. Lalu, sambil menunggu Aisyah ra, para sahabat, yang sudah menjadi orang-orang kaya, saling bercerita tentang menu makanan mereka yang meningkat dan bermacam-macam. Aisyah ra, yang mendengar hal itu tiba-tiba menangis. “apa yang membuatmu menangis, wahai bunda?” tanya para sahabat.

Aisyah ra lalu menjawab, “dahulu Rasulullah tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”. Dan penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya berjenis-jenis makanan dalam perut telah melahirkan bermacam-macam penyakit. Maka sebaiknya jangan gampang tergoda untuk makan lagi, kalau sudah yakin bahwa anda sudah kenyang.

Yang selanjutnya , Rasulullah tidak makan dua jenis makanan panas atau dua jenis makanan yang dingin secara bersamaan. Beliau juga tidak makan ikan dan daging dalam satu waktu dan juga tidak langsung tidur setelah makan malam, karena tidak baik bagi jantung. Beliau juga meminimalisir dalam mengkonsumsi daging, sebab terlalu banyak daging akan berakibat buruk pada persendian dan ginjal. Pesan Umar ra ”Jangan kau jadikan perutmu sebagai kuburan bagi hewan-hewan ternak!”.

Maha besar Allah Yang Telah mengutus seorang suri tauladan dari kalangan manusia, seandainya Engkau mengutus dari kalangan malaikat niscaya, semakin keras bantahan manusia.

(Muhammad As’ad Mahmud, disarikan dari Ceramah Umum “Ghidza`Unnabi” oleh Prof. Dr. Musthafa Ramadhan di Wisma Nusantara, Kairo, Mesir, http://situslakalaka.blogspot.com) Artikel ini didapat dan diperbaiki seperlunya dari link: http://moeflich.wordpress.com/2011/02/14/inilah-rahasia-rasulullah-saw-sehat-selama-hidupnya/

———

Tambahan Artikel Terkait, dari Majalah Trubus edisi November 2012:

Sayangi Organ Pencernaan

“Manusia semestinya mempertimbangkan organ pencernaan”, tutur Dr H Hafuan Lutfi MBAahli gizi dan Apiteraphist di Jakarta. Dr Haufan menganalogikan gigi manusia, manusia lebih banyak memiliki gigi seri (8) dan geraham (20) ketimbang taring (4). Lain halnya dengan harimau yang semua giginya berbentuk taring. Artinya gigi manusia didesain untuk lebih banyak mengunyah sayur, buah, dan biji-bijian ketimbang daging.

Sama halnya dengan usus manusia yang lebih panjang ketimbang harimau. Menurut Dr Oetjoeng Handajanto, Colon hydrotherapist & Instructor serta penganjur raw food di Bandung, Jawa Barat. Daging dalam usus harimau yang pendek segera dikeluarkan, tetapi pada manusia tertahan hingga 5—7 hari. Artinya usus kita menjadi kuburan buat hewan-hewan itu. Dilarangkah makan daging? Tidak juga. Oetjoeng menyarankan makan daging mesti dibatasi tak lebih dari 4 kali dalam sebulan.

Catatan redaksi: Artikel-artikel di atas dan juga isi web ini disusun oleh team Redaksi IFG (Indonesia Figs Garden), kami sangat menghargai jika Anda meminta izin terlebih dahulu jika hendak menyebarluaskan isi blog ini. Tindakan menyebarkan isi blog ini tanpa izin terlebih untuk tujuan komersil kembali adalah tindakan yang tidak bijak & tidak berkah… Mari kita mulai menghargai kerja keras orang lain. Terima kasih atas segala kepercayaannya.

Posted by: Embun Media Group | 5 March, 2011

Bukit Thursina

The Sinai Peninsula


Demi buah tin dan zaitun. Demi (Bukit) Thursina. Dan, demi negeri yang aman ini.” (Attin ayat 1-3).


Tiga ayat di atas merupakan sumpah Allah SWT. Kalimat atau kata-kata sumpah Allah juga terdapat pada beberapa surah dan ayat lain dalam Alquran.

Buah Tin / Fig

Memahami ayat tersebut, ternyata tidaklah mudah. Berbagai pertanyaan muncul mengenai sumpah Allah tersebut. Apa keistimewaan buah tin dan buah zaitun, di mana sesungguhnya keberadaan Thursina, dan di mana negeri yang aman itu?

Sejumlah ahli tafsir pun berbeda pendapat dalam menafsirkan ketiga ayat di atas, misalnya Thursina. Hampir semua ahli tafsir menyepakati bahwa Bukit Thursina adalah bukit saat Musa menerima wahyu dari Allah. Namun, mereka berbeda pendapat dalam memutuskan letak Bukit Thursina tersebut. Setidaknya, ada tiga versi tentang Bukit Thursina.

Versi Pertama
Sejumlah ahli tafsir meyakini bahwa Bukit Thursina sebagaimana disebutkan dalam surah Attin berada di wilayah Mesir yang lokasinya berada di Gunung Munajah, di sisi Gunung Musa. Lokasi ini dikaitkan dengan keberadaan Semenanjung Sinai. Pendapat ini didukung oleh Sayyid Quthb dalam tafsirnya Fi Zhilal al-Qur’an. Menurut Quthb, Thursina atau Sinai itu adalah gunung tempat Musa dipanggil berdialog dengan Allah SWT.

Dalam versi ini pula, banyak pihak yang meyakini bahwa daerah Mesir adalah tempat yang disebutkan sebagai Thursina. Sebab, di daerah ini, terdapat sebuah patung anak lembu. Peristiwa ini dikaitkan dengan perbuatan Samiri, salah seorang pengikut Nabi Musa yang berkhianat.

Dalam surah Al-A’raf ayat 148, disebutkan bahwa ”Kaum Musa, setelah kepergian (Musa ke Gunung Sinai), mereka membuat patung anak sapi yang bertubuh dan dapat melenguh (bersuara) dari perhiasan (emas). Apakah mereka tidak mengetahui bahwa (patung) anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pula) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembahan). Mereka adalah orang-orang yang zalim.”

Gambar Ensiklopedia Mukjizat Quran

Ketika kaum Bani Israil keluar dari tanah Mesir, mereka banyak membawa perhiasan masyarakat Mesir (berupa emas dan perak). Para wanita Bani Israil telah meminjamnya dari mereka untuk dipakai sebagai hiasan. Perhiasan tersebut dibawa ketika Allah memerintahkan mereka keluar dari Mesir. Mereka kemudian melepaskan perhiasan tersebut karena diharamkan. Setelah Musa pergi ke tempat perjumpaan dengan Rabb-nya, Samiri mengambil perhiasan itu dan menjadikannya sebagai patung anak lembu yang bisa mengeluarkan suara melenguh jika angin masuk ke dalamnya. Mungkin, segenggam tanah yang dia ambil dari jejak utusan (Jibril) membuat patung anak lembu tersebut dapat melenguh.

Sementara itu, dalam Kitab Perjanjian Lama, disebutkan bahwa ”Ketika bangsa itu melihat Musa sangat lambat saat turun dari gunung, mereka lalu berkumpul mengelilingi Harun dan berkata, ‘Buatkanlah tuhan yang dapat berjalan di hadapan kami. Sebab, Musa ini orang yang telah memimpin kami keluar dari Mesir. Kami tidak tahu apa yang terjadi dengannya.’ Harun kemudian berkata kepada mereka, ‘Lepaskan dan serahkanlah kepadaku anting-anting emas yang ada pada istri, putra, dan putri kalian.’ Seluruh bangsa itu pun menanggalkan anting-anting emas dan menyerahkannya kepada Harun. Harun menerima perhiasan-perhiasan itu. Dia lalu melelehkan dan menuangkannya ke patung yang bergambar anak lembu. Mereka kemudian berkata, ‘Hai Israil, inilah tuhan-tuhanmu yang telah mengeluarkan kalian dari negeri Mesir.” (Kitab Keluaran ayat 2-5).

Dalam kisah yang disebutkan pada Kitab Perjanjian Lama, tampak Harun telah berbuat salah. Sebaliknya, Alquran justru membebaskan Harun dari perbuatan yang dituduhkan tersebut.

Karena itu, menurut sebagian ahli tafsir, Thursina terletak di Sinai. Inilah versi pertama. Menurut Sami bin Abdullah al-Maghluts, dalam bukunya Atlas Sejarah Nabi dan Rasul, pendapat pertama yang mengatakan Thursina berada di wilayah Mesir sangat lemah. Sebab, perkataan itu hanya mengandung kekeliruan pemahaman yang diidentikkan dengan kata ‘Sinai’.

”Siapa yang bisa memastikan bahwa yang dimaksud Allah SWT dengan Thursina itu adalah Sinai, Mesir? Sekiranya memang benar demikian, tentunya Allah SWT tidak mengatakan Siniin jika maksudnya Sinai.

Bukit Zaitun / Bukit Thur, di Palestina


Versi Kedua

Mengutip pendapat Muhammad bin Abdul Mun’im al-Himyari, dalam bukunya Al-Raudh al-Mi’thar fi Khabari al-Aqthar, Syauqi Abu Khalil dalam Atlas Hadis, menyatakan bahwa Thursina adalah bukit yang terletak di barat daya negeri Syam. Di sini, Allah SWT berbicara secara langsung dengan Nabi Musa AS.

Sementara itu, dalam al-Qamus al-Islam, kata ‘Thursina’ adalah gunung yang tandus atau gersang.

Nama bukit ThurSina disebutkan dalam Alquran sebagaimana surah Attin ayat 1 dan surah Almu’minun ayat 20.

Ar-Razi dalam tafsirnya menyebutkan, banyak dalil yang menguatkan pendapat bahwa yang dimaksud Thuur Siniin adalah bukit di Baitul Maqdis.

Di antara pendapat yang disebutkan Ar-Razi adalah mufassir seperti Qatadah dan al-Kalibi yang menyatakan kata Thuur Siniin (Sinai) adalah bukit yang berpepohonan dan berbuah-buahan.

Apakah ini adalah Sinai, Mesir? ”Kalau memang ya, tentu tak seorang pun yang membantahnya,” kata Sami.

Menurut Sami, justru yang dimaksud dalam ayat itu adalah Thur Sina, bukit di Baitul Maqdis dan Balad al-Amin adalah Makkah. Berikut argumentasinya.

Allah berfirman, ”Dan, pohon kayu yang keluar dari Thursina (pohon zaitun) yang menghasilkan minyak dan menjadi makanan bagi orang-orang yang makan.” (Almu’minun ayat 20).

Ayat ini, kata Sami, mengikat dan menghimpun dengan kuat antara ‘Thursina’ dan hasil bumi serta tumbuh-tumbuhan penghasil minyak bagi orang yang makan. Sementara itu, lanjutnya, di Sinai (Mesir) tidak ada pohon zaitun yang mampu menghasilkan buah, apalagi mengeluarkan minyak.

Menurut dia, ayat 20 surah Almu’minun dan ayat 1-3 surah Attin itu justru merujuk pada tanah suci di Palestina. Di Palestina, jelas Sami, terdapat banyak pohon zaitun yang terus berproduksi di sepanjang tahun sehingga penduduk di sekitar Baitul Maqdis menamakannya dengan ”Bukit Zaitun” dan Allah SWT telah berseru kepada Musa di tempat yang diberkahi di sisi bukit.

”Maka, tatkala Musa sampai ke (tempat) api, diserulah Dia (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan(nya) pada tempat yang diberkahi dari sebatang pohon kayu.” (Alqashash ayat 30).

Buah Tin

Hal yang sama juga diungkapkan Ustaz Shalahuddin Ibrahim Abu ‘Arafah, seorang ulama asal Palestina. Menurutnya, Bukit Thursina adalah tempat yang diberkahi. Dan, tempat yang diberkahi itu adalah Palestina sebagaimana surah Al-Isra ayat 1 yang menceritakan peristiwa Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.

Keterangan ini makin diperkuat lagi dengan ayat 6 surah Annaziat dan ayat 21 surah Almaidah. ”Tatkala Tuhannya memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Thuwa.” (Annaziat: 6). ”Hai kaumku, masuklah ke tanah Suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu.” (Almaidah: 21).

Lembah suci itu, jelas Sami, hanya ada dua, yaitu Makkah dan Palestina. ”Karena itu, kita tidak boleh memalingkan maknanya kepada yang lain tanpa bukti dan keterangan,” jelasnya.

Merujuk pada hadis Rasulullah SAW yang menyatakan fitnah Dajjal dan Isa bin Maryam bahwa Allah SWT akan memberi wahyu kepada Isa bin Maryam sesudah dia membunuh Dajjal di gerbang Lod di Baitul Maqdis, ”Bawalah hamba-hamba-Ku berlindung ke bukit.”

Para ulama menyepakati bahwa konteks hadis itu adalah Baitul Maqdis, bukan Sinai, Mesir.

Apalagi, terdapat peristiwa Nabi Musa AS menerima wahyu saat keluar dari Mesir akibat kejaran Firaun. Karena itu, pendapat ini menegaskan bahwa yang dimaksud Thursina itu sudah berada di luar Mesir.

Seperti diketahui, Semenanjung Sinai merupakan wilayah yang sangat luas, yaitu mencapai 9.400 km persegi dengan panjang sekitar 130 km. Dan, sisi pertamanya adalah Teluk Aqabah dengan panjang 100 km. Di sisi keduanya adalah Teluk Suez dengan panjang 150 km. Sedangkan, gunung tertinggi di semenanjung Sinai adalah Gunung Katrina (2.637 m).

Versi Ketiga
Selain kedua versi di atas, terdapat satu lagi tempat yang diduga sebagai Bukit Thursina. Tempat itu adalah bukit sebelah selatan Nablus (Palestina) atau yang dinamakan Jurzayem.

Pendapat ini merujuk pada Bangsa Kan’an yang membangun Kota Nablus dan menamakannya Syukaim, yaitu nama yang diubah bangsa Ibrani pertama menjadi Syukhaim, tempat tersebarnya kaum Yahudi dari sekte Samiri. Dan, mereka adalah sekte yang meyakini lima kitab dari Perjanjian Lama serta memercayai bahwa tempat suci Yahudi terletak Bukit Thur, yaitu sebelah selatan Nablus.

Dari ketiga versi tersebut, tampaknya ada dua pendapat yang sangat kuat, yaitu Sinai di Mesir dan Baitul Maqdis di Palestina. Manakah Bukit Thursina yang sesungguhnya? Wa Allahu A’lam. ~sya

Buah Tin, Zaitun, Thursina, dan Negeri yang Aman

Pohon dari Buah Tin

Nama-nama di atas merupakan ayat 1-3 dari surah Attin. Nama-nama itu di antaranya masih diperdebatkan. Di antara yang diperdebatkan itu adalah buah tin, zaitun, dan Thursina. Sementara itu, mengenai kata al-Balad al-Amin (negeri yang aman), para ulama sepakat bahwa negeri itu adalah Makkah. Adapun negeri yang diberkahi adalah Makkah dan Palestina.

Sejumlah pendapat, sebagaimana dikemukakan di atas, sebagian besar menyatakan bahwa Thursina mengarah kepada sekitar Baitul Maqdis di Palestina. Namun, sebagaimana diterangkan di atas, ternyata ada pula yang mengaitkan surah Attin ayat 1-3 itu menunjukkan tiga tempat berbeda.

Kata Wa at-Tin wa az-Zaitun dirujuk pada Palestina yang daerah ini dikenal dengan pohon tin dan zaitun yang sangat banyak. Tempat ini merupakan tempat Nabi Isa AS ditugaskan sebagai rasul dalam menyebarkan agama tauhid (Nasrani).

Sedangkan, mengenai kata wa Thuuri Siniin (demi Bukit Thursina), sebagian penafsir merujuk pada Nabi Musa AS yang menyebarkan agama Yahudi di Mesir untuk melawan Firaun dan membela Bani Israil.

Dan, mengenai kalimat wa haadza al-Balad al-Amiin (dan demi kota/negeri yang aman ini), para ulama menyepakati bahwa negeri tersebut adalah Makkah.

Dari ketiga daerah dan kota yang disebutkan para mufassir itu, mereka memaknai bahwa yang dimaksud dalam surah Attin (ayat 1-3) itu adalah tiga negeri (kota) tempat tersebarnya agama Samawi, yaitu agama Yahudi (di Mesir), Islam (Makkah), dan Nasrani (Palestina).

Jadi, para mufassir dalam memaknai surah Attin ayat 1-3 itu terkait dengan penciptaan Allah SWT atas diri manusia sebagaimana ayat berikutnya. ”Allah bersumpah dengan menyebut tiga tempat lahirnya agama-agama Samawi dalam rangka menguraikan fitrah kesucian manusia,” jelas Sayyid Quthb.

Namun demikian, pendapat lain menyatakan, Attin adalah nama Masjid Ashabul Kahfi. Menurut Ibnu Abbas, seorang penafsir besar, Attin adalah masjid yang letaknya berada di Damsyiq (Dimasyq).

Berbeda dengan Ibnu Abbas, Al-Qusimi memahami Attin dalam surah ini adalah tempat Buddha memperoleh jalan keabadian di bawah pohon Attin. Para penganut agama Buddha menamakan pohon tersebut dengan pohon bodhi atau fices religiosa (pohon ara suci) yang terdapat di Bihar.

Namun, ada juga yang berpendapat bahwa Attin adalah bukit tempat berlabuhnya perahu yang membawa Nabi Nuh AS bersama orang-orang yang beriman atau tempat Nabi Ibrahim AS mendapat wahyu Ilahi.

Seperti diketahui, Nabi Ibrahim AS adalah bapak nabi-nabi (Abul Anbiya’) serta pengumandang nilai-nilai Ketuhanan Yang Maha Esa. Ini mengisyaratkan bahwa keyakinan akan keesaan Allah haruslah menjadi pangkalan tempat bertolak dan pelabuhan tempat berlayar. Wa Allahu A’lam.

hasyim/1430hijriyah
http://hasyimibrahim.wordpress.com/2009/05/09/bukit-thursina/
Sumber: Harian Republika

Tambahan dari majalah TRUBUS edisi 505 – Desember 2011/XLII

Jejak Tin di Turki

Al-Qur’an menyebut tin dalam pembukaan surat At-Tin bersama dengan zaitun. Menurut Muhammad Asad dalam buku The Message of Quran dan Mahmud al-Alusi dalam Ruh al-Ma’ani, kedua buah itu melambangkan lokasi. Dalam bahasa Arab klasik, nama tempat sering dirujuk dengan hal-hal yang membuat tempat itu terkenal misalnya hasil bumi yang banyak dihasilkan.

Mahmud al-Alusi menyebut tin sebagai lambang Gunung Judi di Anatolia, Turki, sentra tin pada masa lampau. Gunung Judi perlambang Nabi Nuh karena di puncak gunung itulah kapalnya terdampar. Sementara zaitun melambangkan Palestina sekaligus Nabi Isa yang lahir di Betlehem. Catatan sejarah membuktikan Anatolia dan tin memang berhubungan erat.

carica-nama spesies buah tin- ternyata diambil dari nama Caria, suatu tempat di Anatolia pada masa lampau yang terkenal akan tinnya. Berdasar data badan pangan dunia, Food and Agricultura Organization, Turki kini menjadi produsen tin terbesar di dunia dengan produksi 280.000 ton per tahun. (Tri Susanti)

 

Catatan redaksi: Artikel-artikel di atas dan juga isi web ini disusun oleh team Redaksi IFG (Indonesia Figs Garden), kami sangat menghargai jika Anda meminta izin terlebih dahulu jika hendak menyebarluaskan isi blog ini. Tindakan menyebarkan isi blog ini tanpa izin terlebih untuk tujuan komersil kembali adalah tindakan yang tidak bijak & tidak berkah… Mari kita mulai menghargai kerja keras orang lain. Terima kasih atas segala keperrcayaannya.

Posted by: Embun Media Group | 11 February, 2011

Buah Tin dan Pohon Tin

ARTIKEL INI MERUPAKAN TERJEMAH BEBAS DARI WIKIPEDIA & BERBAGAI SUMBER LAINNYA

Status konservasi:
Risiko Rendah
Klasifikasi ilmiah:
Kerajaan: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Rosales
Famili: Moraceae
Genus: Ficus
Upagenus: Ficus
Spesies: F. carica
Nama binomial
:
Ficus carica
L.

Tin (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan, ia berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama, yaitu buah TIN. Nama ini diambil dari bahasa Arab (at-tin), juga dikenal dengan nama “Ara” (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig, dimana sebenarnya pohon tin masih termasuk kerabat pohon beringin.

Pembudidayaan
Tumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan. Sekarang dibudidayakan pula di Australia, Cile, Argentina, serta Amerika Serikat.

Habitus berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10 meter dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping.

Bunga tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya.

Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit.

Pemanfaatan
Buah tin dapat dimakan segar, dikeringkan, atau dibuat selai. Buah yang dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama (mudah rusak). Seringkali untuk mengawetkan buah ini dijadikan kismis melalui proses pengeringan. Buah tin juga bisa dijadikan selai yang lezat untuk olahan berbagai makanan. Di Bengali buah tin diolah sebagai sayuran.

Kaitan dengan literatur
Dalam Kitab Kejadian dalam Alkitab, Adam dan Hawa dilapisi diri mereka dengan daun ara (Kejadian 3:7) setelah memakan “buah terlarang” dari Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat. Demikian juga, daun ara, atau penggambaran dari daun ara, telah lama digunakan untuk menutupi alat kelamin telanjang tokoh dalam lukisan dan patung. Seringkali daun ara ini ditambahkan oleh kolektor atau peserta pameran seni lama setelah karya asli selesai. Penggunaan daun ara sebagai pelindung atau perisai kesopanan semacam telah memasuki bahasa.

Kutipan alkitab “setiap orang di bawah pohon anggur sendiri dan pohon ara” (1 Raja-raja 4:25) telah digunakan untuk menunjukkan perdamaian dan kemakmuran. Itu umumnya dikutip untuk merujuk pada kehidupan yang akan dipimpin oleh pemukim di Barat Amerika, dan digunakan oleh Theodor Herzl dalam gambaran masa depan Homeland Yahudi

Ada sebuah surah dalam Quran dinamai dari pohon TIN, dan buah juga disebutkan dalam Al-Qur’an di banyak tempat. Selain disebutkan di Al-Quran, buah tin disebutkan juga oleh Nabi Muhammad S.A.W, yang dinyatakan dalam Hadits riwayat Abu Darda:

“Jika engkau berkata ada buah yang diturunkan dari surga, maka aku bisa katakan, inilah buahnya, karena sesungguhnya buahnya tanpa biji. Oleh karena itu makanlah, karena buah tin ini dapat menyembuhkan wasir dan encok.”

Karena bunga dari pohon tin ini tidak kelihatan, ada idiom Bengali seperti yang digunakan dalam Jeno tumi Phool dumurer cangkul gele, yaitu, Anda sudah menjadi (terlihat seperti) yang dumur bunga. Ada pula Idiom Inggris yang mengejek seperti: aku tak peduli mungkin ara berasal dari kelimpahan buah ini.

Dalam mitologi Yunani, dewa Apollo mengirim burung gagak untuk mengambil air dari sungai untuk dia. Gagak melihat pohon ara dan menunggu buah ara menjadi matang, tergoda oleh buah. Dia tahu bahwa dia terlambat dan bahwa keterlambatan akan dihukum, maka ia mendapat ular dari sungai dan mengumpulkan air. Dia menyajikan Apollo dengan air dan menggunakan ular sebagai alasan. Apollo melihat melalui gagak berbohong dan melempar gagak, piala, dan ular ke langit di mana mereka membentuk konstelasi Hydra, kawah, dan Corvus.

Dalam Aristophanes “Lysistrata salah seorang wanita membanggakan tentang” kurikulum “ritus inisiasi dia pergi melalui untuk menjadi seorang wanita dewasa (Lys. 641-7). Seperti prestasi terakhirnya sebelum menikah, ketika dia sudah menjadi gadis adil, ia melahirkan keranjang sebagai kanephoros, mengenakan kalung buah ara kering.

Cato yang Tua adalah seorang negarawan Romawi yang mendesak orang-orang Romawi pada Perang Punic ketiga untuk menghancurkan Kartago. Sebelum Senat, ia menghasilkan buah ara segar segenggam, dikatakan dari Kartago. Hal ini menunjukkan kedekatannya ke Roma (dan karenanya ancaman)-buah ara yang juga berhubungan dengan kewanitaan (karena munculnya bagian dalam buah), dan penghinaan mungkin telah dimaksudkan.

Kata “penjilat” sebenarnya berarti “yang menunjukkan buah tin / ara” (berasal dari kata Yunani σῦκον, sýkon, “ara”, dan φαίνω, phaínō, “untuk menunjukkan”) dan digunakan di Athena kuno bagi mereka yang diberitahu terhadap ekspor lain ara (yang dilarang oleh undang-undang), atau untuk mencuri buah dari pohon ara suci, baik dalam masa kelaparan atau pada kesempatan lain (Plutarch, Life of Solon, 24, 2.). Buah ara dari Attica yang terutama berharga dan merupakan komoditas ekspor yang berharga. Akibatnya, Athena telah memutuskan bahwa bisnis ara sangat menguntungkan adalah menjadi monopoli negara dan semua ara petani terpaksa menjual seluruh hasil bumi ke negara. Palsu menuduh seseorang dari transaksi dengan buah ara klandestin karena itu cara yang nyaman untuk fitnah mereka sebelum pengadilan.

Ragam Buah Tin

Dalam Al-Qur’an; kitab suci umat Islam, buah tin disebutkan dalam sebuah surat yang berjudul “At-tiin”. Berikut kutipannya dari ayat 1-8:

  1. Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun,
  2. dan demi bukit Sinai,
  3. dan demi kota (Mekah) ini yang aman,
  4. sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
  5. Kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka),
  6. kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh; maka bagi mereka pahala yang tiada putus-putusnya.
  7. Maka apakah yang menyebabkan kamu mendustakan (hari) pembalasan sesudah (adanya keterangan-keterangan) itu?
  8. Bukankah Allah Hakim yang seadil-adilnya?

Persebaran & Pemanfaatan

Tin secara luas tumbuh di seluruh rentang alam di Iran dan utara India, dan juga di seluruh wilayah Mediterania dan daerah-daerah lain di dunia dengan iklim yang sama, termasuk Louisiana, California, Oregon, Texas, South carolina, dan Washington di Amerika Serikat, Nuevo León dan Coahuila di timur laut Meksiko, juga Australia, Chili, dan Afrika Selatan. Ara / tin juga dapat ditemukan di iklim kontinental dengan musim panas, sejauh utara Hungaria, dan dapat mengambil dua atau tiga kali per tahun. Ribuan kultivar, paling disebutkan namanya, telah disusun atau muncul sebagai migrasi manusia membawa ara ke banyak tempat di dunia . Tin telah dianggap sebagai tanaman pangan yang penting selama ribuan tahun, dan juga dianggap sangat bermanfaat dalam makanan sehari – hari .

Ara / Tin salah satu tanaman yang pertama dibudidayakan oleh manusia karena dapat dimakan. Subfossil ditemukan sembilan buah ara dari jenis parthenocarpic ditemukan sekitar tahun 9400-9200 SM yang ditemukan awak di desa Neolitikum Gilgal I (di Lembah Yordania, 13 km sebelah utara Yerikho). Yang menemukan mendahului domestikasi penanaman gandum, barley, dan kacang-kacangan, dan dengan demikian dapat menjadi contoh pertama yang diketahui pertanian tin di zaman itu. Diperkirakan bahwa tin mungkin telah ditanam dan dibudidayakan dengan sengaja, seribu tahun sebelum tanaman berikutnya ditanam seperti (gandum dan gandum hitam). [2]

Budidaya Buah Tin di Iran

Tin / Ara itu juga merupakan sumber makanan umum bagi orang Roma. Cato the Elder, dalam De Agri Cultura, daftar beberapa jenis buah ara tumbuh pada saat ia menulis buku: seperti Mariscan, Afrika, Herculanean, Saguntine, dan Tellanian hitam (De agribisnis cultura, bab. 8). Buah digunakan, antara lain, untuk menggemukkan angsa untuk produksi dari foie gras.

Tin / Ara dapat dimakan segar atau kering, dan digunakan dalam pembuatan selai. Sebagian besar produksi komersial di dikeringkan atau diproses juga dalam bentuk lain, karena buah yang matang transportasi tidak baik maka akan cepat rusak , dan harus disimpan dengan baik agar tidak cepat rusak.

PRODUSEN TIN
Laporan FAO tahun 2005 menyebutkan produksi ara/Tin sampai 1.057.000 ton; Turki adalah produser ara terbesar (285.000 ton), diikuti oleh Mesir (170.000 ton) dan negara-negara Mediterania lainnya.

Kultivar / Jenis Tin

Alma
Brown Turki
Celeste
Italian hitam
Italian putih
Kadota: digunakan dalam Gambar Newton, mengering dengan baik
Lemon Gambar: juga dikenal sebagai pucat, atau Marseilles
Mision Figs: hitam, manis, umumnya kering.

Buah Tin untuk Kesehatan

Kandungan Buah Tin per 100 gram

  • Nutritional value per 100 g (3.5 oz)
  • Energy 250 kcal 1040 kJ
  • Carbohydrates 63.87 g
  • – Sugars 47.92 g
  • – Dietary fiber 9.8 g
  • Fat 0.93 g
  • Protein 3.30 g
  • Thiamine (Vit. B1) 0.085 mg 7%
  • Riboflavin (Vit. B2) 0.082 mg 5%
  • Niacin (Vit. B3) 0.619 mg 4%
  • Pantothenic acid (B5) 0.434 mg 9%
  • Vitamin B6 0.106 mg 8%
  • Folate (Vit. B9) 9 μg 2%
  • Vitamin C 1.2 mg 2%
  • Calcium 162 mg 16%
  • Iron 2.03 mg 16%
  • Magnesium 68 mg 18%
  • Phosphorus 67 mg 10%
  • Potassium 680 mg 14%
  • Zinc 0.55 mg 6%

Percentages are relative to US
recommendations for adults.
Source: USDA Nutrient database

Buah ara dan kesehatan
Buah tin/ara adalah salah satu tanaman tertinggi akan sumber kalsium dan serat. Menurut USDA data untuk Misi variasi, buah tin/ara kering yang terkaya adalah di serat, tembaga, mangan, magnesium, kalium, kalsium, dan vitamin K, relatif diperlukan terhadap kebutuhan tubuh manusia. Mereka memiliki jumlah yang lebih kecil dari banyak nutrisi lain. Ara memiliki efek pencahar dan mengandung banyak antioksidan. Mereka adalah sumber yang baik flavonoid dan polyphenol. Dalam sebuah studi, 40 gram bagian buah tin/ara kering (dua ukuran medium ara) menghasilkan peningkatan yang signifikan dalam kapasitas antioksidan plasma dalam darah. [Link lain]

Pohon Tin Liar di India – wild figs tree in India

Penyerbukan, buah, dan propagasi
Meskipun sering disebut sebagai buah, buah tin/ara sebenarnya adalah bunga dari pohon, yang dikenal sebagai bunga majemuk yang tertutup (yang tersusun dari beberapa bunga), sebutan lainnya “buah palsu” di mana bunga dan biji-bijian tumbuh bersama untuk membentuk satu massa. Dorstenia genus, juga dalam keluarga ara (Moraceae), pameran serupa bunga kecil disusun pada sebuah wadah, namun dalam kasus ini adalah wadah yang lebih atau kurang datar, permukaan terbuka. Bunga tidak terlihat, karena mekar di dalam buah. Lubang kecil (ostiole) terlihat di tengah buah adalah sebuah lorong sempit, yang memungkinkan lebah yang sangat khusus, lebah ara, atau fig wasp, dimana lebah ini masuk ke dalam buah dan menyerbuki antar buah jantan dan buah beetina, dimana setelahnya buah terserbuki akan tumbuh menjadi benih.

Fig Wasp Life Cycle

Dua tanaman buah tin /ara yang berpotensi diproduksi setiap tahun. pertama atau tanaman breba berkembang di musim semi pada pertumbuhan awal. Sebaliknya, tin /ara utama mengembangkan tanaman pada beberapa tahun dalam pertumbuhan dan matang di akhir musim panas atau musim gugur. Tanaman utama umumnya unggul dalam kuantitas dan kualitas baik daripada breba tanaman. Namun, beberapa kultivar tanaman menghasilkan breba baik (misalnya, Black Misi, Croisic, dan Ventura).

Pada dasarnya ada tiga jenis buah tin / buah ara secara umum:

  • Caducous (atau Smirna) buah tin /buah ara memerlukan penyerbukan oleh lebah ara dan caprifigs untuk mengembangkan tanaman. Beberapa kultivar adalah Calimyrna, Marabout, dan Zidi.
  • Gigih (atau common) buah tin / buah ara tidak perlu penyerbukan; buah berkembang melalui parthenocarpic berarti. Ini adalah berbagai ara paling sering ditanam oleh tukang kebun rumah. Adriatik, Black Misi, Brown Turki, Brunswick, dan Celeste adalah beberapa kultivar representatif.
  • Intermediate (atau San Pedro) buah tin /buah ara tidak perlu untuk mengatur penyerbukan tanaman breba, tapi memang memerlukan penyerbukan, setidaknya di beberapa daerah, untuk tanaman utama. Contohnya adalah Lampeira, Raja, dan San Pedro.

Tanaman buah tin / ara mudah untuk menyebarkan melalui beberapa metode. Propagasi menggunakan metode tidak pakai biji yang disukai karena metode vegetatif ada yang lebih cepat dan lebih dapat diandalkan (yakni, mereka tidak menghasilkan caprifigs tidak termakan).

Untuk propagasi di pertengahan musim panas, lapisan udara pertumbuhan baru pada bulan Agustus (pertengahan musim panas) atau menyisipkan mengeras dari 15-25 cm (6-10 inci) tunas menjadi lembab perlite atau campuran tanah berpasir, menjaga potongan-potongan diarsir sampai baru pertumbuhan dimulai; kemudian secara bertahap memindahkan mereka ke matahari penuh. Alternatif metode propagasi membungkuk di cabang yang lebih tinggi, menggaruk kulit untuk mengungkapkan batin hijau kulit kayu, lalu menjepit daerah yang tergores erat ke tanah. Dalam beberapa minggu, akar akan berkembang dan cabang dapat dipotong dari tanaman ibu dan dipindahkan ke mana diinginkan.

Untuk musim semi propagasi, sebelum dimulai pertumbuhan pohon, potong 15-25 cm (6-10 inci) tunas tunas yang sehat pada tujuan mereka, dan menetapkan menjadi lembab perlite dan / atau campuran tanah berpasir yang terletak di tempat teduh. Setelah mulai menghasilkan potongan daun, menguburkan mereka ke bawah untuk memberi awal pertumbuhan daun tanaman yang baik di lokasi yang diinginkan.

PENELITIAN-PENELITIAN BUAH TIN

Asam phenolic dan flavonoid dari buah ara (Ficus carica L.) di utara wilayah Mediterania

Robert Veberic, a,, Mateja Colarica dan Franci Stampara

aUniversity Ljubljana, Biotechnical Fakultas, Departemen Agronomi, Ketua untuk Buah Tumbuh, Jamnikarjeva 101, SI-1000 Ljubljana, Slovenia

Diterima 28 Desember 2006; direvisi 11 Maret 2007; diterima 28 Mei 2007. Tersedia online 2 Juni 2007.

Abstrak 1
Phenolic adalah konstituen penting kualitas buah karena kontribusi mereka terhadap rasa, warna dan sifat-sifat nutrisi buah. Kami telah mencoba untuk mengevaluasi profil fenolik buah tin /ara, karena hanya terbatas informasi mengenai topik yang tersedia dalam literatur. Dengan HPLC-sistem PDA, kami telah mengidentifikasi phenolic berikut: asam gallic chlorogenic, asam, asam syringic, (+)-catechin, (-)-epicatechin dan rutin. Phenolic itu diekstrak dari tiga kultivar ara yang biasa ditanam di daerah pesisir Slovenia. Kultivar ini adalah ‘Škofjotka’ ( ‘Zuccherina’) jenis putih buah, ‘Crna petrovka’ dan ‘Miljska figa’, baik jenis gelap buah. Buah dari pertama dan kedua tanaman itu dikumpulkan dan dibandingkan. Secara umum, buah dari tanaman kedua berisi phenolic nilai yang lebih tinggi daripada buah dari panen pertama. Phenolic yang dianalisis hadir pada konten tertinggi yang rutin (sampai 28,7 mg per 100 g FW), diikuti oleh (+)-catechin (sampai 4,03 mg per 100 g FW), asam chlorogenic (sampai 1,71 mg per 100 g FW ), (-)-epicatechin (sampai 0,97 mg per 100 g FW), asam gallic (sampai 0,38 mg per 100 g FW) dan, akhirnya, asam syringic (sampai 0,10 mg per 100 g FW). Kedua kultivar dengan buah gelap yang lebih tinggi menunjukkan tingkat total dianalisis phenolic, dibandingkan dengan budidaya buah putih ‘Škofjotka’. Jumlah yang diukur dapat dibandingkan dengan buah-buahan lain yang tumbuh di wilayah ini. Jumlah rutin khususnya cukup tinggi dan sebanding dengan apel, misalnya. Sebagai khas, buah segar musiman, buah tin /ara dapat menjadi unsur penting makanan daerah.

Tin & Anggur:: Buah-buahan Surga
*image by: treesofjoy.com

Buah tin / ara Untuk melawan sel-sel kanker manusia
Jing Wanga, Xiujie Wanga,,, Shu Jiangb, Ping Lina, Jie Zhanga, Yanrong Lua, Qi Wanga, Zhujuan Xionga, Yaying Wua, Jingjing Rena dan Hongliang Yanga

Eksperimen aDivision Onkologi, State Key Laboratorium Biotherapy, cina Barat Rumah Sakit, Universitas Sichuan, Chengdu 610.041, Sichuan Province, PR China

Departemen bNeourosurgery, cina Barat Rumah Sakit, Universitas Sichuan, Chengdu 610.041, Sichuan Province, PR China

Abstrak 1
Buah ara lateks (FFL) mengandung sejumlah besar senyawa polyphenolic dan dapat berfungsi sebagai sumber antioksidan setelah konsumsi manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkonfirmasi aktivitas antikanker FFL melawan sel-sel kanker manusia dan untuk menjelaskan lebih lanjut mekanismenya aktivitas. Glioblastoma manusia, hepatoseluler karsinoma, dan sel-sel hati normal digunakan untuk uji in vitro efek FFL. Tes termasuk cytotoxicity, inhibisi pembentukan koloni, Brdu penggabungan, akridin jeruk / ethidium bromida (AO / EB) apoptotic pewarnaan untuk sel, distribusi siklus sel melalui aliran cytometry (FCM), dan ADP-ribosyltransferase (NAD +; poli (ADP-ribosa) polimerase)-seperti 1 (ADPERL1) ekspresi mRNA melalui RT-PCR sebagai tanggapan terhadap FFL pengobatan. Setelah FFL perawatan, proliferasi, pembentukan koloni, dan indeks pelabelan Brdu sel kanker menurun (P <0,05), sedangkan AO / EB bernoda sel apoptotic meningkat (P <0,05). Oleh FCM analisis, kenaikan sel fase G0/G1 populasi dan penurunan S dan G2 / M fase sel-sel yang diamati (P <0,01), sedangkan kedua ADPRTL1 ekspresi mRNA dan indeks apoptotic meningkat (P <0,01). Temuan dalam studi ini menunjukkan bahwa cytotoxicity ampuh FFL dipamerkan dalam beberapa sel kanker manusia dengan sedikit efek pada sel-sel normal pada konsentrasi tertentu. Mekanisme efek seperti itu mungkin terkait dengan penghambatan sintesis DNA, induksi apoptosis, dan siklus penangkapan sel sel kanker

Ficus spp. (ara): etnobotani dan potensi sebagai antikanker dan anti-inflammatory agents.

Buah Tin Siap Olah, Pemesanan Pohon Tin Hubungi Kami di 0852 30788 450

Abstrak 2
Tinjauan ini mengeksplorasi Abad Pertengahan, sumber-sumber kuno dan modern untuk penggunaan ethnopharmacological Ficus (ara) spesies, khusus untuk pekerjaan melawan penyakit ganas dan peradangan. Hubungan yang erat antara inflamasi / infeksi dan penyakit kanker terlihat baik dari abad pertengahan / kuno penggabungan dari konsep-konsep ini dan farmakologi modern pengakuan atas memulai dan mempromosikan pentingnya peradangan untuk pertumbuhan kanker. Juga dipertimbangkan adalah kelompok dan senyawa kimia yang mendasari antikanker dan anti-inflamasi tindakan, hubungan ara ara tawon dan botani, ekstraksi dan penyimpanan ara lateks, dan metode-metode tradisional ara menyiapkan obat-obatan termasuk lye ara, ara poultices anggur dan obat-obatan.

Kegiatan dan anthocyanin antioksidan isi dari buah-buahan segar dari Common ara (Ficus carica L.).

Abstrak 3
Buah tin / ara telah menjadi komponen khas dalam mempromosikan kesehatan diet Mediterania selama ribuan tahun. Untuk mempelajari kesehatan mempromosikan potensi konstituen dari buah tin / ara, enam varietas ara komersial  yang berbeda warna (hitam, merah, kuning, dan hijau) dianalisis untuk total polifenol, total flavonoid, antioksidan kapasitas, dan jumlah dan profil anthocyanin. Terbalik-fase menggunakan kromatografi cair (RP-LC), berbagai konsentrasi anthocyanin tapi profil yang sama ditemukan pada semua variasi dipelajari.

Hidrolisis mengungkapkan cyanidin sebagai aglycon utama. Proton dan karbon NMR dikonfirmasi cyanidin-3-O-rhamnoglucoside (cyanidin-3-O-rutinoside; C3R) sebagai anthocyanin utama di semua buah-buahan. Tampilan warna ekstrak ara berkorelasi baik dengan total polyphenol, flavonoid, anthocyanin, dan kapasitas antioksidan. Ekstrak dari varietas gelap menunjukkan isi dari phytochemical yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas berwarna lebih terang.

Kulit buah menyumbang sebagian besar di atas phytochemical dan aktivitas antioksidan dibandingkan dengan buah bubur. Kapasitas antioksidan berkorelasi dengan baik dengan jumlah polyphenol dan anthocyanin (R2 = 0,985 dan 0,992 masing-masing). Dalam gelap Misi dan berwarna merah Turki Brown-jenis, fraksi anthocyanin menyumbang 36 dan 28% dari total kapasitas antioksidan, masing-masing. C3R menyumbang 92% dari total kapasitas antioksidan fraksi anthocyanin. Buah dari Misi berisi berbagai tingkat tertinggi polyphenol, flavonoid, dan anthocyanin dan menunjukkan kapasitas antioksidan tertinggi.

Studi perbandingan pohon tin /ara dalam kemanjuran pengobatan penyakit kulit kutil /(verruca vulgaris) vs cryotherapy.
Latar Belakang: Sebuah metode tradisional untuk pengobatan kutil di beberapa daerah pedesaan Iran terdiri dari penggunaan pohon tin /ara (ficus carica) lateks sebagai pengobatan lokal, namun tidak ada evaluasi ilmiah keefektifannya. METODE: Sebuah prospektif, terbuka kanan / kiri pengadilan komparatif lateks pohon ara vs terapi standar lokal cryotherapy dilakukan. Dua puluh lima pasien dengan kutil Common direkrut ke dalam studi dari klinik rawat jalan.

Para pasien yang diperintahkan dalam penerapan diri lateks pohon ara untuk kutil pada satu sisi tubuh. Kutil di seberang diperlakukan menggunakan cryotherapy standar. A 6-bulan studi lanjutan direncanakan. HASIL: Pada 11 (44%) dari 25 pasien resolusi lengkap lateks pohon ara diperlakukan kutil diamati. Sisanya 14 pasien (56%) memiliki menyembuhkan lengkap cryotherapy berikut. Dua pasien mengalami remisi lengkap di kedua belah pihak. Dua pasien gagal untuk menanggapi baik cryotherapy atau lateks pohon ara. Ditemukan bahwa pohon ara terapi lateks tipis kurang efektif daripada cryotherapy. Efek samping yang diamati hanya di cryo-diperlakukan kutil. Pada 6-bulan studi lanjutan ada 18% tingkat kambuh. KESIMPULAN: pohon Gambar terapi lateks kutil menawarkan beberapa efek yang menguntungkan termasuk durasi pendek terapi, tidak ada laporan mengenai efek samping, kemudahan penggunaan, kepatuhan pasien, dan tingkat kekambuhan rendah. Mekanisme pasti dari kegiatan antiwart lateks pohon tin / ara tidak jelas tetapi mungkin hasil dari aktivitas proteolitik enzim lateks.

Keterangan penting: artikel ini merupakan terjemahan bebas dari wikipedia dan berbagai sumber lainnya, masih banyak yang perlu diperbaiki dan disempurnakan. Mohon masukan dan berbagai kritiknya. Salam berkah.

Catatan redaksi: Artikel-artikel di atas dan juga isi web ini disusun oleh team Redaksi IFG (Indonesia Figs Garden), kami sangat menghargai jika Anda meminta izin terlebih dahulu jika hendak menyebarluaskan isi blog ini. Tindakan menyebarkan isi blog ini tanpa izin terlebih untuk tujuan komersil kembali adalah tindakan yang tidak bijak & tidak berkah… Mari kita mulai menghargai kerja keras orang lain. Terima kasih atas segala kepercayaannya.

Jual Pohon Tin

Pemesanan Pohon Tin Hubungi Kami di 0852 30788 450

Posted by: Embun Media Group | 11 February, 2011

Buah Tin si Super Fruit, Healthy Yummi

Anda tentu sudah sering mendengar manfaat buah-buahan, kini kenali lebih dalam lagi manfaat buah-buahan yang bisa Anda konsumsi sehari-hari.


1. Menormalkan tekanan darah
Good  : Pisang

Better : Buah tin

Enam buah tin atau buah fig memiliki 891 miligram (mg) potassium yang dapat menurunkan tekanan darah, sedikitnya 20% dari kebutuhan harian Anda, dan sekitar 40% dari satu buah pisang yang besar. Dalam sebuah penelitian selama 5 tahun di Netherland, makanan yang tinggi kandungan potassium yang dihubungkan dengan menurunnya tingkat kematian dari berbagai macam penyakit yang biasa diderita usia 55 tahun keatas.

Selain itu, Anda akan memperoleh kekuatan untuk tulang Anda. Buah tin merupakan satu dari banyak buah yang merupakan sumber terbaik untuk memperoleh kalsium, sedikitnya 6 buah tin setara dengan setengah cangkir susu tanpa lemak.

Buah tin pada permukaannya kering dan terasa berat di tangan. Buah tin yang masak agak mengalami retak yang sari buahnya meledak keluar. Anda bisa menyajikannya dengan dicampur yogurt, oatmeal, atau salad.

2. Melindungi Jantung
Good : Anggur Merah
Better  : Leci

Sebuah penelitian di Prancis dipublikasikan di Journal of Nutrition menemukan bahwa leci memiliki polifenol tertinggi kedua dari semua buah yang diteliti, sedikitnya 15% lebih dari jumlah yang ditemukan pada anggur, Komposisinya mungkin memainkan peran penting terhadap pencegahan penyakit degenaratif, seperti kanker.

“polipenol bertindak seperti ladang kekuatan, membantu untuk menghadang serbuan dari sel yang merusak,” ujar David Grotto, RD, penulis buku 101 Foods That Could Save Your Life!

Selain itu, Anda juga akan mendapatkan perlindungan dari kanker payudara. Pada sebuah percobaan terhadap hewan di Universitas Sinchuan di Cina menemukan bahwa leci mungkin dapat membantu pencegahan formasi sel kanker payudara, maka berterima kasihlah pada buah yang memiliki antioksidan kuat ini.

3. Untuk Kulit Cantik
Good  : Jeruk
Better : Jambu biji

Secangkir buah jambu biji merah memiliki sedikitnya lima kali seperti yang dibutuhkan kulit, seperti vitamin C pada jeruk, sekitar 377 mg berbanding 83 mg. Berdasarkan studi yang melibatkan 4.000 wanita Amerika yang berusia 40 sampai 74 tahun, wanita yang mengonsumsi banyak vitamin C memiliki sedikit kerutan dibanding mereka yang tidak mengonsumsinya.

Selain itu Anda bisa terhindar dari serangan bakteri. Jambu biji dapat melindungi Anda dari foodborne (penyakit yang disebabkan karena mengonsumsi makanan atau minuman yang tercemar), seperti Listeria dan Staph, berdasarkan penelitian oleh mikrobiologis di Bangladesh.

Peneliti di Thailand juga menemukan bahwa jambu biji memiliki anti-oksidan sebaik brokoli dan blueberries, meskipun pada setiap buah memiliki komponen kesehatan yang berbeda-beda.

Penulis: Purwanti
Sumber: Media Indonesia Online

 

Catatan redaksi: Artikel-artikel di atas dan juga isi web ini disusun oleh team Redaksi IFG (Indonesia Figs Garden), kami sangat menghargai jika Anda meminta izin terlebih dahulu jika hendak menyebarluaskan isi blog ini. Tindakan menyebarkan isi blog ini tanpa izin terlebih untuk tujuan komersil kembali adalah tindakan yang tidak bijak & tidak berkah… Mari kita mulai menghargai kerja keras orang lain. Terima kasih atas segala kepercayaannya.

Posted by: Embun Media Group | 18 January, 2011

Lokasi Kami

 

———————————————————————————————-

Note:

Bagi yang berminat dikirimi daftar varietas pohon tin beserta harga dan gambar2nya, silakan kirim PM lewat email kami di pohontin@gmail.com

—terima kasih.

Posted by: Embun Media Group | 18 January, 2011

Menanam dan Merawat Pohon Tin

Gambar Pohon Tin

Menanam Pohon Tin

Banyak rekan bertanya pada kami bagaimana menanam pohon tin. Saya sendiri selalu berusaha menjawab dengan penjelasan termudah, karena kebanyakan pertanyaan datang dari mereka yang awam tentang pohon tin. Jawaban seperti persiapan penanaman, langkah-langkah penanaman, media tanam, apa yang sebaiknya dilakukan, apa yang sebaiknya jangan dilakukan, pemeliharaan pohon tin, dan seterusnya. Saya pikir cukup standar jawabannya. Mengapa jawaban standar? Karena menanam pohon tin layaknya kita menanam pohon pada umumnya! Gali tanah, tanam, beri pupuk, siram, dan rawat. Begitulah seterusnya.

Pohon tin / ara / figs yang dalam bahasa latinnya Ficus carica ini  berasal dari tanah Arab, kemudian menyebar ke Eropa, Asia, Amerika dan belahan dunia lainnya seperti Australia bahkan hingga ke seluruh daratan bumi kecuali wilayah kutub. Pohon tin memiliki karakter sangat menyukai guyuran matahari. Selain dikarenakan dari berasal dari negeri beriklim subtropis gurun, tanaman ini termasuk tanaman yang bandel atau tahan hidup di belahan bumi tropis seperti Indonesia.

Tabulampot Pohon Tin

Menanam pohon tin sangat mudah dilakukan. Bila dibayangkan, seperti menanam pohon-pohon lainnya. Seperti biasa, selalu ada dua pilihan dalam menanam pohon; di pot atau di tanah. Cara menanam pertama yaitu di pot, ada beberapa aturan yang harus kita perhatikan. Diantaranya adalah:

1. Pemilihan bibit pohon tin
Pilihlah bibit pohon tin yang berkualitas. Hal ini ditandai dengan besaran batang bibit tersebut, bisa dilihat pada fisik tanaman secara kasat mata. Besar batang setidaknya jangan sampai lebih kecil dari batang pensil, yang terbaik adalah  besar batang bibit pohon tin setidaknya minimal dua kali besar batang pensil atau lebih.

Kemudian pastikan kondisi tanaman dalam keadaan prima dan siap dibawa. Perhatikan apakah perakarannya sudah kuat atau belum, sudah banyak atau belum. Lalu bagaimana kondisi batang dan cabang-cabangnya, apakah masih dalam keadaan kencang / kekar dan tidak keriput. Perhatikan pula kondisi tunas-tunas daunnya apakah masih dalam keadaan segar atau tidak, akan lebih bagus lagi jika sudah berdaun banyak dan dalam kondisi segar.

2. Perlakuan awal dan perlakuan lanjutan sesaat dan setelah kita menerima pohon tin
Keberlangsungan hidup pohon tin yang kita terima, sangat ditentukan oleh perlakuan awal kita pada pohon tin tersebut. Tahapan ini mungkin sering diabaikan terutama bagi mereka yang awam akan tanaman. Akibatnya, bibit pohon tin yang kita terima bisa saja mengalami lambat tumbuh, tersiksa, ataupun ekstrimnya mati. Berikut tips-tipsnya:

Perlakuan Awal: Menentukan

– Saat menerima pohon, periksa syarat-syarat bibit yang bagus seperti pada point satu di atas.
– Lanjut dengan periksa kondisi media tanamnya / tanahnya. Ada baiknya sebelum dibawa tanaman sudah disiram pada sehari sebelumnya. Dengan demikian media tidak terlalu basah ataupun tidak terlalu kering saat kita bawa.
– Waktu atau timing pemindahan / pembawaan tanaman juga menentukan kondisi tanaman. Ada baiknya pemindahan tanaman (bila jarak jauh) dilakukan pada waktu yang tidak terlalu panas / terik. Alasannya supaya tingkat stress tanaman saat pemindahan terjadi dapat diminimalisir. Bilapun terpaksa harus dipindahkan pada waktu yang tidak ideal, terlebih dahulu semprotkan ke seluruh tanaman zat pengurang stress tanaman seperti vitamin B1 (terutama bila akan dibawa jarak jauh).
– Bila media tanam pohon tin dikemas dalam kantung polybag, karena sifat ketidakstabilan polybag dalam menahan media tanam, jaga media tanam agar tidak pecah ataupun berhamburan, mengingat bila media tanam itu tumpah, atau pecah atau merekah, bisa dipastikan akar tanaman akan terganggu dan terancam keberlangsungan hidupnya. Hal ini bisa diatasi dengan mengikat model jaring pada keseluruhan polybag, sehingga baik dari bawah sampai ke atas polybag mengunci sempurna dan ketat media tanamnya.
– Yang tidak kalah penting adalah pada saat mengangkat tanaman, perlakukan tanaman dengan hati-hati. Angkat tanaman pada media polybagnya, jangan sekali-kali mengangkat tanaman pada batangnya (mencengkram ataupun dijinjing). Hindari keretakan dan kerusakan bentuk tanah/media tanam yang dapat merusak akar tanaman itu sendiri. Bersambung

Berhati-hati Sejak Perlakuan Awal

 

(Hak cipta penulisan © oleh Embun Florist & Indonesia Figs Garden)

Catatan redaksi: Artikel-artikel di atas dan juga isi web ini disusun oleh team Redaksi IFG (Indonesia Figs Garden), kami sangat menghargai jika Anda meminta izin terlebih dahulu jika hendak menyebarluaskan isi blog ini. Tindakan menyebarkan isi blog ini tanpa izin terlebih untuk tujuan komersil kembali adalah tindakan yang tidak bijak & tidak berkah… Mari kita mulai menghargai kerja keras orang lain. Terima kasih atas segala kepercayaannya.

 

Lihat juga:

http://www.grow-figs.com/

 

Posted by: Embun Media Group | 16 January, 2011

Khasiat Daun Pohon Tin (Teh Daun Tin /Figs)

image by pohontin.wordpress.com

Daun Pohon Tin, image by pohontin.wordpress.com


Berurine dan bangun dari duduk adalah aktivitas yang menyiksa Tjawa Noor Cholis. Setiap kali bangkit usai duduk, ia merasakan nyeri pinggang bukan kepalang. Ketika berkemih penderitaan itu kembali terulang. ‘Sangat menyiksa,’ ujarnya. Setelah rutin mengkonsumsi rebusan daun tin, penderitaan panjang sejak 2000 itu berakhir.

Beberapa koleganya mengatakan penyakit yang diidap Tjawa Noor Cholis kemungkinan kencing batu. Keruan saja kepala sekolah di Karawang, Jawa Barat, itu gelisah. Oleh karena itu ia bergegas ke dokter. Hasil diagnosis ahli medis itu menunjukkan Tjawa memang positif mengidap batu ginjal. Dokter yang menanganinya menyarankan agar Tjawa menjalani operasi. Namun, anjuran itu ditolak. ‘Saya takut menjalani operasi. Kalau bisa pakai herbal saja,’ katanya.

Pria 60 tahun itu memilih herbal untuk mengatasi gangguan kesehatan itu. Ia mengkonsumsi rebusan daun kumis kucing, keji beling, dan akar alang-alang. Ia menyaring rebusan itu dan meminumnya 3 kali sehari masing-masing segelas. Sayang, kesembuhan yang ia harapkan belum tergapai meski telah mengkonsumsi rebusan herbal itu selama 1 bulan. Mungkin lantaran singkatnya waktu mengkonsumsi sehingga efek herbal kurang signifikan.

Diuretik

Karena tak kunjung sembuh ia tetap mengunjungi dokter untuk mendapat suntikan di pinggang. Usai mendapat suntikan, nyeri memang hilang. Namun, cuma sesaat. Beberapa hari berselang nyeri kembali meradang. Begitu terus berulang-ulang. Pada 2002 ia merasakan nyeri pinggang dan di bagian bawah perut ketika tak mampu berkemih. Saat itulah tetangganya menyodorkan hasil rebusan daun tin.

Ia tak berpikir panjang dan langsung mengkonsumsinya. Tetangganya mendapatkan minuman itu dari kerabat yang bekerja di Jeddah, Arab Saudi. Tjawa meminum habis sebotol rebusan daun tin bervolume 600 ml. Keesokan harinya, ia merasakan sesuatu keluar bersama urinenya. Ia mengambil benda seukuran biji pepaya itu, ternyata sebuah batu bergerigi dan berwarna kelabu. Ketika batu itu keluar, Tjawa merasakan sakit luar biasa. Namun, setelah itu ia lancar berurine dan nyeri di pinggang berkurang.

Menurut dr Ahmad Bi Utomo, Sp.BU, direktur Rumah Sakit Umum Islam Kustati Solo, agar batu ginjal dapat keluar bersama urine maka ukuran batu tidak lebih besar daripada saluran kencing, kira-kira berdiameter 0,4-0,5 cm. Dokter spesialis bedah urologi alumnus Universitas Airlangga itu menuturkan proses penge luaran batu dapat dibantu dengan memberikan obat-obatan yang bersifat diuretik alias peluruh urine.

Sejak merasakan khasiat daun tin Ficus carica, keponakan Tjawa, Wawan Syarief, memburu bibit tanaman purba itu dan membudidayakannya. Wawan rutin membawakannya beberapa lembar daun tin setiap hari. Tak puas hanya dibawakan daunnya saja, Tjawa akhirnya menanam pohon tin di halaman rumah. Kini pohon itu setinggi 1,5 m dan tumbuh subur. Tjawa semakin mudah memperoleh daun tin untuk mengatasi batu ginjal.

Teh Daun Tin / Ara / Figs

Untuk membuat ramuan, Tjawa memetik tujuh lembar daun tin berumur sedang. Teksturnya kasar. Setelah mencucinya, pria kelahiran Karawang, 17 Oktober 1948 itu merebusnya dalam tiga gelas air sampai mendidih dan tersisa dua gelas. Rebusan itulah yang diminum Tjawa 2 kali sehari, pagi setelah bangun tidur dan malam sebelum tidur. Rasanya tawar dan tidak beraroma. ‘Setelah kerja berat, minum rebusan daun tin jadi segar,’ ujar Tjawa.

Pada 2005 batu ginjalnya kembali keluar. Sejak rutin mengkonsumsi rebusan daun tin, Tjawa bisa merasakan batu turun dari pinggang kanan dan kiri. Ukurannya lebih kecil ketimbang batu yang keluar 3 tahun sebelumnya. ‘Dulu tak bisa kencing, rasanya sakit sekali. Tidur tidak nyaman dan duduk lama-lama tidak enak. Sekarang sudah tak masalah lagi duduk lama-lama, kerja sampai jam 2 pagi pun kuat,’ ujarnya.

Berdarah

Menurut dr Sidi Aritjahja, dokter sekaligus herbalis, di Yogyakarta, pemicu batu ginjal adalah konsumsi makanan atau minuman yang bersifat asam dan infeksi saluran kencing. Calculi alias batu adalah kristal keras kecil yang menggumpal di dalam cairan tubuh, seperti air kemih. Batu mengendap dalam ginjal dan saluran kemih. Jika batu keluar melalui saluran kemih, menimbulkan rasa sakit luar biasa. Bila dipaksakan bisa melukai saluran kemih sehingga urine berdarah.

Cara termudah untuk mencegahnya adalah dengan banyak minum air putih. Garam-garam pembentuk batu ginjal bisa terkikis dan tidak terjadi pengendapan sehingga garam bisa terbawa bersama urine. ‘Jangan hanya minum saat kita merasa haus. Haus sebenarnya tanda bahwa tubuh kita sudah mengalami kekurangan cairan atau dehidrasi,’ kata dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

Teh dari Daun Tin Kering

Mengapa daun tin ampuh mengatasi batu ginjal?

Menurut Sidi daun tin mengandung alkaloid dan saponin yang bermanfaat sebagai diuretik serta memperbaiki metabolisme protein dan lemak. Daun tanaman anggota famili Moraceae itu mengandung senyawa flavonoid terutama quecertin dan luteolin. Keduanya senyawa antiradang dan antioksidan. Khusus luteolin berkhasiat membantu proses metabolisme karbohidrat dan meningkatkan sistem imun.

Kandungan senyawa diuretik itulah yang membantu menggerus batu yang mengendap di saluran kemih dan ginjal sehingga bisa terbawa saat berurine. Sedangkan senyawa antiradang mengurangi rasa nyeri. Pantas nyeri pinggang yang dirasakan Tjawa berkurang setelah ia rutin mengkonsumsi rebusan daun tin. Selain mengobati kencing batu, daun tin bisa memberikan kebugaran seperti yang dialami Tjawa.

Trubus Edisi “Daun Tin Gembur Batu Ginjal”

Dikutip dari Majalah Trubus
ditulis oleh Ari Chaidir

Pelajari juga berbagai sumber berikut ini: 

Catatan redaksi: Artikel-artikel di atas dan juga isi web ini disusun oleh team Redaksi IFG (Indonesia Figs Garden), kami sangat menghargai jika Anda meminta izin terlebih dahulu jika hendak menyebarluaskan isi blog ini. Tindakan menyebarkan isi blog ini tanpa izin terlebih untuk tujuan komersil kembali adalah tindakan yang tidak bijak & tidak berkah… Mari kita mulai menghargai kerja keras orang lain. Terima kasih atas segala kepercayaannya.

——————————–


Note:

  • Kami Menjual Herbal Daun Pohon Buah Tin (Figs/Ara)

  • Bagi yang berminat dikirimi daftar varietas pohon tin beserta harga dan gambar2nya, silakan kirim PM lewat email kami di pohontin@gmail.com

Terima kasih dan
Salam Hormat Kami,


Indonesia Figs Garden
Jakarta & Bandung

Nomor telp:
Posted by: Embun Media Group | 15 July, 2010

Pesanan Pohon Tin 2

Alhamdulillah bulan ini kami kembali melayani pemesanan pohon tinpohon surga“. Kali ini kami mengantarkan pohon tin langsung ke tempat pemesan dalam keadaan segar dan langsung bisa dinikmati keindahan pohonnya maupun lezat buahnya. Berikut liputan foto alakadarnya:

Alhamdulillah, Pelanggan Kami, Bapak Yahya Mengaku Puas, Dengan Izin Allah Pohon Tinnya Tumbuh Subur dari Hari ke Hari di Halaman Rumah Beliau, Walau Dengan Tabulampot.

Sepasang Pohon Tin Melengkapi Koleksi dan Keindahan dari Kediaman Ibu Desi di Bilangan Radio Dalam Jakarta Selatan

Pohon Tin yang Berbuah Lebat ini Siap Diantar ke Sebuah Rumah Bersalin di Bintaro. Pemesanan Lengkap besaerta Potnya. Semoga Allah Memberkahi Pemiliknya, Semoga Rajin Berbuah, dan Memberikan Manfaat.

Tertarik dengan pohon tin yang terkenal dengan ‘pohon surga’ ini? Andapun dapat memiliki pohon tin seperti ini. Jangan lewatkan koleksi tanaman unik anda dengan menambah pohon tin ini di kebun ataupun di rumah anda. Dengan perawatan yang cukup mudah, pohon tin dapat juga ditanam di pot (tabulampot). Dan yang paling menarik adalah pohon ini rajin berbuah sepanjang tahun.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
Bagi siapa saja yang ingin coba tanam dapat menghubungi kami
di CDMA 021 5036 3366 atau di nomor Telkomsel: 0852 30788 450


Related articles :
Posted by: Embun Media Group | 11 July, 2010

Pohon Tin

Bill Muzychko di New Jersey dengan pohon-pohon tinnya.

Tentang Buah Tin

“Demi (buah) tin dan (buah) zaitun, dan demi bukit Sinai.” (Qur’an At-Tin:1-2). Apa sebenarnya yang terkandung dalam buah tin sehingga Allah membuat catatan khusus. Lantas apa kandungan nutrisi dan manfaatnya bagi kesehatan?

 
Buah Tin/Ara/Figs/Ficus Carica L

Buah Tin (Ficus carica) dipercaya sebagai fruit from paradise, buah suci dari taman surgawi. Bukan tanpa alasan, selain rasanya yang segar dan lezat, buah ini juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Bahkan manfaat ini juga disebutkan dalam hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Abu Darda ra.

Dalam hadits tersebut dikisahkan Rasulullah diberi buah tin dan memakannya. Kemudian Rasulullah bersabda, “Jika engkau berkata ada buah yang diturunkan dari surga, maka aku bisa katakan, inilah buahnya, karena sesungguhnya bahnya tanpa biji. Oleh karena itu makanlah, karena buah tin ini dapat menyembuhkan wasir dan encok”.

Literatur sejarah mencatat kalau buah tin berasal dari Arab dan sudah ada sejak 4000 tahun sebelum masehi. Sekarang pohon tin telah banyak tumbuh dan dibudidayakan secara mordern di negara-negara Timur Tengah, daerah Mediterania dan bahkan Indonesia.

Mentah Matang sama Lezatnya

Buah tin muda berwarna kehijauan. Seiring dengan matangnya buah, warna kulit akan berubah menjadi ungu kehitaman atau kekuningan sesuai dengan varietasnya. Buah muda biasanya dikonsumsi sebagai olahan sayur, dimasak dengan aneka daging atau campuran selada. Jika sudah tua dan matang sangat lezat dikonsumsi sebagai buah meja.

 
source from kruger farms

Di Timur Tengah maupun Eropa, tin termasuk buah mewah dan mahal. Dulunya hanya dikonsumsi kalangan bangsawan atau kalangan bangsawan atau saat acara-acara istimewa. Seiring dengan majunya teknologi pertanian, kini buah tin makin mudah didapat dengan harga yang relatif terjangkau.

Orang Eropa menyebut buah tin dengan buah fig. Sepintas buah ini memiliki rasa dan aroma yang mirip dengan jambu biji. Aromanya harum, teksturnya empuk, rasanya keset, manisnya sedang, sedikit mengandung air dan berbiji banyak namun biijnya enak dimakan.

Tingginya kandungan pektin, menjadikan buah ini sangat cocok dijadikan sebagai bahan baku selai, jelly, jam, maupun marmalade dengan rasa yang lezat dan keharuman yang khas.

Manfaat dan Kandungan Gizinya
Menurut Prof. Dr.Ir. Ali Khomsan, buah-buahan merupakan sumber serat yang baik. Serat ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan saluran penceranaan. Dengan mengkonsumsi banyak serat maka akan terhindar dari penyakit seperti sembelit. Serat juga dapat mengikat zat karsinogen pemicu timbulnya kanker di saluran cerna.

Berdasarkan penelitian Californaia Fig Nutritional Information, buah tin mengandung serat yang sangat tinggi. Setiap 100 gr buah tin kering terkandung 12.2 g serat sedangkan apel hanya 2.0 g dan jeruk 1.9 g. Serat juga memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga cocok bagi orang yang sedang menjalani diet atau puasa.

Kandungan gula buah juga tinggi, dicerna sedikit demi sedikit di dalam tuubuh karena merupakan gula buah yang komplek. Cocok dikonsumsi sebagai hidangan menu buka atau santap sahur untuk mengembalikan energi setelah seharian berpuasa atau memberi energi selama berpuasa.

Dalam penelian lain, disebutkan bahwa tin juga mengandung asam lemak tak jenuh yang dibutuhkan bagi kesehatan diantaranya omega-3 dan omega-6. Kelebihan yang lain, buah tin rendah lemak, rendah sodium, rendah kalori dan bebas kolesterol sehingga sangat cocok dikonsumsi penderit diabetes mellitus.

Keistimewaan buah ini tidak berhenti sampai disitu. Beragam vitamin dan mineral bermanfaat terkandung didalamnya. Setiap 100 g buah tin mengandunng vitamin A, vitamin C, kalsium dan zat bersi serta kalium. Kalium adalah mineral yang bersifat diuretik sehingga membantu mengeluarkan garam dalam tubuh. Sangat baik dikonsumsi oleh penderita hipertensi. Vitamin dan mineral ini sangat diperlukan tubuh untuk menjaga dan memelihara kesehatan organ tubuh kita.

Sungguh buah yang kaya manfaat!

~FORUM UKHUWAH LEMBAGA DAKWAH
FAKULTAS KEDOKTERAN INDONESIA
Written by Intan Risna

Sumber : Majalah Dokter Kita. September 2009.
dikutip dari Didik Widyantoro – Taman Tiin, Pacet Mojokerto

 Artikel Lainnya:

Sekilas Khasiat Buah Tin

Images by Bergmann

Menurut Imam Ibnu Al Jawziyyah, Buah Tin memiliki banyak khasiat,diantaranya dapat mengurangi penyakit sesak nafas, membersihkan hati dan limpa, juga pengencer dahak, serta memberi khasiat yang baik pada tubuh, sebagai langkah pencegahan untuk melawan racun di tubuh kita.
Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda, “Sekiranya aku katakan, Sesungguhnya buah yang turun dari Surga maka aku katakan, inilah buahnya (Tiin), sesungguhnya buah surga tiada keraguannya.” (Hadis riwayat Abu Darda; Suyuti)

Seiring dengan hadis tersebut, juga dibuktikan dengan penemuan sains mengenai banyaknya keistimewaan yang bisa diambil dari sebiji buah Tin yang jarang diketahui. Buah Tin mempunyai khasiat yang berbeda dengan buah-buahan lain dan juga lezat serta mempunyai nilai kesehatan yang tinggi. Selain dari itu, juga bermanfaat sebagai bahan pelancar (laxative), penahan sakit dan unsur perkumuhan air kencing (diuretik).

Prof. J. A Vinson dari Universitas Scranton Amerika Serikat telah membuat kajian dan membuktikan bahwa, Buah Tin mengandung khasiat yang tinggi jika dibandingkan dengan buah-buahan yang lain. Buah Tin tidak mengandung garan, lemak dan kolesterol, tetapi mengandung lebih tinggi kalium, serat dan zat besi. Hasil penelitian dalam 100gram buah Tin, mengandung 20% daripada kebutuhan zat serat harian tubuh kita. Dari jumlah tersebut, lebih 28% adalah jenis serat terlarut.

Penelitian menunjukkan, bahwa serat terlarut bisa membantu gula dalam darah dan mengurangi kolesterol dalam darah dengan mengikatnya di dalam saluran pencernaan, manakala serat tidak larut, dapat melindungi dan mencegah kanker usus besar (koion). Makanan yang kaya akan serat mampu mengurangi berat badan, oleh karena itu Buah Tin juga sangat sesuai mengatasi masalah berat badan.

Buah Tin dapat dikonsumsi setiap orang, termasuk anak-anak dan merupakan makanan yang terbaik untuk semua umur, karena Buah Tin mengandung serat yang tinggi dan manis rasanya. Jadi sangat tepat jika kita mengkonsumsi buah ini, sebagai makanan alternatif kita untuk meningkatkan kesehatan kita sehari-hari di dalam dunia modern ini.

Satu lagi keistimewaan yang terkandung di dalam Buah Tin adalah dapat dipercayai mempunyai bahan yang dapat melawan kanker. Di dalam Buah Tin mengandung “polyphenols” yang tinggi berfungsi sebagai antioksidan yang amat penting bagi tubuh kita, karena dapat berfungsi sebagai free radical dalam tubuh yang menyebabkan kanker. Disamping itu, Buah Tin juga mengandung unsur lain yang menjadi bahan anti kanker, yaitu “benzaldehyde” dan “coumarins”. Benzaldehyde telah terbukti mampu bertindak sebagai bahan anti tumor dan “coumarins” adalah untuk merawat kulit dan kanker prostat.

Disamping itu, keberadaan serat, kalium dan magnesium di dalam Buah Tin dapat mengurangi serangan angin dan mampu mengontrol tekanan darah tinggi. Satu berita baik bagi pengidap penyakit darah tinggi, karena dengan memakan Buah Tin dijadikan pencegah penyakit tersebut.

Untuk penyakit kencing manis, serat yang terdapat di dalam Buah Tin ini dapat memperlahan proses penyerapan glukosa di usus kecil. Gabungan zat yang terkandung dalam Buah Tin yaitu serat yang tinggi dan karbohidrat dalam bentuk yang ringkas, yaitu glukosa dan fruktosa mampu mengontrol kadar gula darah seseorang.

 Artikel Wikipedia:

Pohon Tin di Wikipedia bahasa Indonesia,
ensiklopedia bebas

Tin (Ficus carica L.) adalah sejenis tumbuhan penghasil buah-buahan yang dapat dimakan yang berasal dari Asia Barat. Buahnya bernama sama. Nama ini diambil dari bahasa Arab, juga dikenal dengan nama “Ara” (buah ara / pohon ara) sedangkan dalam bahasa Inggris disebut fig, sebenarnya masih termasuk kerabat pohon beringin.

Pemerian
Tumbuh di daerah Asia Barat, mulai dari pantai Balkan hingga Afganistan. Sekarang dibudidayakan pula di Australia, Cile, Argentina, serta Amerika Serikat.

Habitus berupa pohon, besar dan dapat tumbuh hingga 10m dengan batang lunak berwarna abu-abu. Daunnya cukup besar dan berlekuk dalam, 3 atau 5 cuping.

Bunga tin tidak tampak karena terlindung oleh dasar bunga yang menutup sehingga dikira buah. Penyerbukan dilakukan oleh sejenis tawon khusus, sama seperti serangga yang menyerbuki jenis-jenis Ficus lainnya.

Yang disebut buah sebetulnya adalah dasar bunga yang membentuk bulatan. Tipe ini khas untuk semua anggota suku ara-araan (Moraceae). Buahnya berukuran panjang tiga hingga 5 cm, berwarna hijau. Beberapa kultivar berubah warna menjadi ungu jika masak. Getah yang dikeluarkan pohon ini dapat mengiritasi kulit.

Pemanfaatan

Buah tin dapat dimakan segar, dikeringkan, atau dibuat selai. Buah yang dipetik harus segera dimanfaatkan karena tidak dapat disimpan lama (mudah rusak). Di Bengali buah tin diolah sebagai sayuran.

Kaitan dengan literatur
Tin disebut-sebut dalam kitab Kejadian yaitu pohon ara yang daunnya dijadikan cawat oleh Adam dan Hawa ketika mereka mereka diusir dari surga/ Taman Eden karena melanggar perintah Tuhan yang melarang mereka memakan buah dari pohon pengetahuan.

Di Al Qur’an, salah satu surat disebut dengan nama ini (QS Surat At-Tiin) karena Allah bersumpah atas nama buah/tumbuhan ini.

Related articles:

 

Catatan redaksi: Artikel-artikel di atas dan juga isi web ini disusun oleh team Redaksi IFG (Indonesia Figs Garden), kami sangat menghargai jika Anda meminta izin terlebih dahulu jika hendak menyebarluaskan isi blog ini. Tindakan menyebarkan isi blog ini tanpa izin terlebih untuk tujuan komersil kembali adalah tindakan yang tidak bijak & tidak berkah… Mari kita mulai menghargai kerja keras orang lain. Terima kasih atas segala kepercayaannya.

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 53 other followers